Rabu, 04 Desember 2013
Selasa, 03 Desember 2013
gerimis malam yang kerap kali datang bersama rindu
Gerimis turun manja malam ini, menciptakan bunyi-bunyian merdu diluar sana.
Saling beradu dengan dingin malam
yang kian larut.
Gerimis masih awet menemani sepoi angin yang
kerap kali menyibak tirai jendela kamarku.
Gerimis, perlahan menjadi hujan,
riuh menderuh, berburu dengan tetes hujan yang berlomba menyematkan dirinya ke
permukaan tanah.
Kembali kau datang bergelayut,
memanjat diingatan menjadi rindu. Bahkan di malam yang selarut ini.
karena sepenuhnya waktu.. telah aku
titipkan rindu.. di sela air langit.. yang tumpah ruah malam ini..
Aku masih menantimu, menanti rindu
yang terucap dibibirmu.
Yang tak kunjung datang temuiku.
Masih adakah rindumu untukku ?
Ataukah rindu itu telah tergantikan ?
Kabarkan itu padaku..
Agar tak perlu aku menunggu, bila
tak mungkin ..
Senin, 02 Desember 2013
Hujan ♥
Aku selalu mencintai hujan dan kawan-kawannya.
Hujan membekukan memori tentang sepintas kenangan . Tapi aku
sangat menyukai hujan. karena hujan selalu memberi alasan berbeda disetiap
datangnya. hujan selalu datang memeluk bumi
dengan kesejukan. memberikan kenyamanan bagi siapa saja..
Hujan selalu datang dengan syahdunya. apakah hujan akan
selalu seperti itu, dingin tapi menyenangkan, dan memiliki banyak rasa.
Mendung.
Desah lembut angin.
Gerimis.
Petrichor.
Payung yang terkembang.
Embun.
Pelangi.
aku merindukan suara ketenangan suara hujan dibalik jendela dan
merindu.
Datanglah sore ini, aku menunggumu dari balik jendela kamarku.
hujan.
will u ?
Apakah kau akan terus jatuh cinta, secinta saat ini, mencintai sepenuh hati ?
Apakah kau akan terus semanis ini, diam - diam menatapku, dan saat kutatap kembali kau kerlingkan matamu ?
Apakah kau akan terus sesayang ini, memberikan perhatian-perhatian kecil ditengah kesibukanmu ?
Sekedar mengingatkanku sarapan sebelum berangkat kuliah.
Sekedar menyapa dengan pesan singkatmu "selamat pagi perempuanku" contohnya.
Sekedar bertanya "sudah dirumah ? pulang jangan larut malam !"
Sekedar menelepon menceritakan keluh kesah di penatnya harimu.
Sekedar mengabari saat akan terlambat pulang kerumah.
Aku harap, karena aku bahagia sudah mengartikan hadirku untukmu..
Apakah kau akan terus semanis ini, diam - diam menatapku, dan saat kutatap kembali kau kerlingkan matamu ?
Apakah kau akan terus sesayang ini, memberikan perhatian-perhatian kecil ditengah kesibukanmu ?
Sekedar mengingatkanku sarapan sebelum berangkat kuliah.
Sekedar menyapa dengan pesan singkatmu "selamat pagi perempuanku" contohnya.
Sekedar bertanya "sudah dirumah ? pulang jangan larut malam !"
Sekedar menelepon menceritakan keluh kesah di penatnya harimu.
Sekedar mengabari saat akan terlambat pulang kerumah.
Aku harap, karena aku bahagia sudah mengartikan hadirku untukmu..
Minggu, 24 November 2013
Apa yang mampu kau nilai tentang cinta ??
Apa yang Mampu Kau Nilai Tentang Cinta
diantara banyaknya cinta,
kau akan menemukan penyesalan
saat tak ada penerimaan terhadap kekurangan,
lalu masing-masing dari kita akan pergi, dengan ego sendiri-sendiri,
kupikir, cinta telah kalah, saat kita sama-sama berhenti,
karena aku mungkin menyempurnakanmu,
dan bukan sempurna sendirian.
begitupun kamu bagiku,
dan bagaimana kamu mengaku mencinta?
jika masih ada ‘seandainya saja…’?
dan bukan ‘aku menerima’?
kurasa aku sedang bertanya-tanya,
pada akhirnya, apa yang mampu kau nilai tentang cinta?
pengorbanan? ataukah penerimaan?
karena bagiku, mereka sama pentingnya,
bukan sajakku yang menuliskan cinta, tapi pemahamanmu atasnya
melalui lakumu, aku mengenangnya menjadi barisan kata-kata,
bukan sajakku yang setia pada cinta,
tapi kita, yang berjuang atasnya.
Tangerang, 30 Oktober 2011
- Tia Setiawati Priatna
http://karenapuisiituindah.tumblr.com/
saat tak ada penerimaan terhadap kekurangan,
lalu masing-masing dari kita akan pergi, dengan ego sendiri-sendiri,
kupikir, cinta telah kalah, saat kita sama-sama berhenti,
karena aku mungkin menyempurnakanmu,
dan bukan sempurna sendirian.
begitupun kamu bagiku,
dan bagaimana kamu mengaku mencinta?
jika masih ada ‘seandainya saja…’?
dan bukan ‘aku menerima’?
kurasa aku sedang bertanya-tanya,
pada akhirnya, apa yang mampu kau nilai tentang cinta?
pengorbanan? ataukah penerimaan?
karena bagiku, mereka sama pentingnya,
bukan sajakku yang menuliskan cinta, tapi pemahamanmu atasnya
melalui lakumu, aku mengenangnya menjadi barisan kata-kata,
bukan sajakku yang setia pada cinta,
tapi kita, yang berjuang atasnya.
Tangerang, 30 Oktober 2011
- Tia Setiawati Priatna
http://karenapuisiituindah.tumblr.com/
RINDU ??
Rindu
yang datang pagi ini hinggap bersama bulir-bulir embun dijendela kamarku,
menyelinap masuk bersama cahaya pagi yang akh.. aku masih enggan menyapanya.
Masih terlalu pagi untuk aku rindu padamu.
Aku
masih betah di bawah kungkungan selimut, menyamankan setiap gerak tubuh di
tempat tidur.
Aku
berharap suatu saat nanti aku bisa disampingmu saat cahaya pagi mulai menyembul
di ufuk timur, aku menyuguhkanmu secangkir kopi panas dan mengecup keningmu dan disaat engkau membuka mata, engkau mendaratkan kecupan kembali di keningku. Manis.
"Duduklah di sampingku, diam saja, dan tak perlu
berkata-kata.
Karena suara nafasmu cukup untuk menenangkanku.
Karena bukankah kau tahu,
terkadang yang resah hanya butuh diyakinkan oleh sebuah
kehadiran saja.
Begitulah aku yang ingin kau
selalu ada"
Akh.
pagi memang selalu datang dengan rindu, kerinduan dan romantismenya.
#MUH.AZHAR MAULANA AMIR
Kamis, 21 November 2013
Puisi Terakhir Pak Habibie Untuk Ibu Ainun :')
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu
bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian
adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini
adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku
tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri
seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang
isi.
Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang
jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan
yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak
megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka
sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku
setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan
aku
kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu
mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan
kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan
sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
Langganan:
Postingan (Atom)



