Kamis, 12 Desember 2013

reblog

reblog.
Jika saja aku mampu,
untuk memelukmu sampai kita melupa waktu.
Akan kupeluk kau erat,
bahkan sampai kau merasa sesak.
Sadarilah, ada yang begitu ingin kau tak pernah beranjak.
Jika saja aku mampu,
untuk menggenggam jemarimu tanpa khawatir ini dan itu.
Akan kupegang terus,
sampai kau merasa bahwa sentuhan itu begitu tulus.
Rasakanlah, ada yang begitu ingin tak kehilanganmu.
Jika saja aku mampu,
memintamu menatap lurus ke dalam mataku.
Mungkin akan kudapati,
pandangan cinta seperti yang dulu selalu kau beri.
Namun saat ini,
aku tak bisa apa-apa.
Katakan padaku,
adakah yang lebih sulit dari melihatmu berlalu begitu saja?
Adakah?
Karena cinta tak pernah ingin sendiri.
Cintaku selalu ingin kau temani.

Senin, 09 Desember 2013

akan ada pelangi setelah hujan


Setelah hujan pergi pelan pelan, masih kulihat jejak hujan dibingkai jendela, ada bulir-bulir bening yang memantul merdu.
membuat seberkas cahaya.
sebelum hujan pergi ia terlebih dahulu berdiskusi dengan langit yang menjanjikan pelangi akan ada setelahnya.
Setelah rintiknya yang datang.
Setelah petir yang menggelegar.
Setelah angin yang datang dengan tidak bersahabat.
Ia meyakinkan langit agar menunggu kehadiran pelangi setelah ia pergi.
Ia berjanji akan pelangi dengan tujuh rona indahnya yang siap hiasi gelap langit.
Semburat warna-warni melengkung, melukis keindahan disetiap inchi lengkungannya..
ada pelangi dilangit pagi. . aku melihatnya beriring dengan perginya hujan pagi itu juga. .
Karena akan selalu ada pelangi setelah hujan. itu janjinya.

Minggu, 08 Desember 2013

scent of the rain

Mendung menebal kemarin sore, pertanda akan datang hujan. 
Ahhh senangnya. perlahan rintik mulai jatuh satu per satu menjadi gerimis kecil di penghujung sore. 
Aku mengambil payung dan mulai memainkannya di bawah gerimis. 
Dingin. 
Tapi setidaknya aku merasa bahagia. 
Hujan memang sepatutnya disambut riang gembira selama tidak datang bersama banjir. hehe
Menyenangkan sekali memang. Hawa yang tadinya panas berubah jadi adem, bau tanah basah dan rerumputan selagi dan seusai hujan itu menyenangkan sekali.





Bukti bukti kesenanganku bermain hujan.

Hujan, kerap kali datang bersama ribuan romantisme dan kedamaian.

EARTH SCENT AFTER THE RAIN


oh .. PETRICHOR



Terima kasih fotografer @Muh.AzharMaulanaAmir

Rabu, 04 Desember 2013

elegi


Apa kabar kamu ?

Bagaimana keadaanmu malam ini ?

Aku dengar kini kau membenci malam hari.

Waktu saat sang fajar telah bersembunyi dipunggung bulan.

Iya.. waktu waktu dimana kalian bersua untuk melepas rindu.

Sekedar saling menatap, kemudian tertawa bersama-sama.

Kalian suka berburu angin malam, membiarkan wajah kalian dibelai desah angin malam yang menjadi saksi mekarnya cinta dihati.

Namun...

Setelah badai itu datang, setelah serbuk meninggalkan kelopaknya. Setelah tak ada lagi aroma bunga mekar.

Akankah angin masih menjadi temanmu ?

Akankah pekik tawa itu masih terdengar di ruang tamu, tempat kalian biasa meledakkan tawa bersama ?

apakah kau akan tetap menjadi gadis lugu yang periang ?

Setelah ada kelabu dihatimu masih akan adakah senyum yang akan kau sunggingkan di bibirmu ?

Aku hanya mendengar tangisan kecilmu diujung telepon.

Kau bersedih.

Dengan ketidakpastian hubunganmu dengan seseorang disana.

Kau bercerita tentang malammu yang kini tak indah.

Awan hitam yang kini menutupi bintangmu yang dulu bersinar terangi binar matamu.

Pekatnya malam mungkin kini sepekat hatimu.

Malammu yang kini tak setia.

Aku dengar kau kerap menyanyikan lagu-lagu yang biasa kau dengar bersamanya. sesekali terdengar tarikan nafas yang tak biasa. bahkan kau sekarang langganan dengan tangismu di malam hari.

Cukup..

Usap air matamu, bangkitlah, toh selalu akan ada pelangi setelah hujan. dan setelah malam datang akan selalu ada pagi, dia sudah berjanji :)



*tentang sahabat yang enggan kusebutkan namanya

Selasa, 03 Desember 2013

gerimis malam yang kerap kali datang bersama rindu



Gerimis turun manja malam ini, menciptakan bunyi-bunyian merdu diluar sana. 
Saling beradu dengan dingin malam yang kian larut. 
Gerimis masih awet menemani sepoi angin yang kerap kali menyibak tirai jendela kamarku. 
Gerimis, perlahan menjadi hujan, riuh menderuh, berburu dengan tetes hujan yang berlomba menyematkan dirinya ke permukaan tanah.
Kembali kau datang bergelayut, memanjat diingatan menjadi rindu. Bahkan di malam yang selarut ini.
karena sepenuhnya waktu.. telah aku titipkan rindu.. di sela air langit.. yang tumpah ruah malam ini..
Aku masih menantimu, menanti rindu yang terucap dibibirmu.
Yang tak kunjung datang temuiku.
Masih adakah rindumu untukku ?
Ataukah rindu itu telah tergantikan ?
Kabarkan itu padaku..
Agar tak perlu aku menunggu, bila tak mungkin ..


Senin, 02 Desember 2013

Hujan ♥




Aku selalu mencintai hujan dan kawan-kawannya. 

Hujan membekukan memori tentang sepintas kenangan . Tapi aku sangat menyukai hujan. karena hujan selalu memberi alasan berbeda disetiap datangnya. hujan selalu datang memeluk bumi dengan kesejukan. memberikan kenyamanan bagi siapa saja..
Hujan selalu datang dengan syahdunya. apakah hujan akan selalu seperti itu, dingin tapi menyenangkan, dan memiliki banyak rasa.

Mendung. 

Desah lembut angin. 

Gerimis. 

Petrichor.

Payung yang terkembang.

Embun. 

Pelangi.


aku merindukan suara ketenangan suara hujan dibalik jendela dan merindu.

Datanglah sore ini, aku menunggumu dari balik jendela kamarku. hujan.




will u ?

Apakah kau akan terus jatuh cinta, secinta saat ini, mencintai sepenuh hati ?
Apakah kau akan terus semanis ini, diam - diam menatapku, dan saat kutatap kembali kau kerlingkan matamu ?
Apakah kau akan terus sesayang ini, memberikan perhatian-perhatian kecil ditengah kesibukanmu ?

Sekedar mengingatkanku sarapan sebelum berangkat kuliah.
Sekedar menyapa dengan pesan singkatmu "selamat pagi perempuanku" contohnya.
Sekedar bertanya "sudah dirumah ? pulang jangan larut malam !"
Sekedar menelepon menceritakan keluh kesah di penatnya harimu.
Sekedar mengabari saat akan terlambat pulang kerumah.

Aku harap, karena aku bahagia sudah mengartikan hadirku untukmu..